BORNEONEWS, Sampit - Presidium Peduli Kotim akhirnya bertemu dengan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) di Banjarbaru. Hasil pertemuan itu PLN tidak memberikan kepastian bahwa listrik akan normal dalam waktu dekat ini.


“Janji PLN pada April sampai awal Juli 2016 ada pemadaman. Pada Juli sampai September kembali terjadi pemadaman. Selanjutnya pada September sampai seterusnya listrik akan normal, karena pemeliharaan selesai dan penambahan pembangkit tenaga listrik sudah selesai pada bulan itu,” ungkap Koordinator Presidium Peduli Kotim, Suhartono Firdaus yang dihubungi via telepon selular usai menggelar pertemuan dengan Direktur PLN Wilayah Kalselteng di Banjarbaru, Rabu (6/4/2016).


Menurut Suhartono, Direktur PLN wilayah Kalselteng menjelaskan bahwa kondisi listrik Kalselteng masih terkendala kekurangan daya dan beberapa pembangkit sedang dalam tahap pemeliharaan. Sementara pembangkit tenaga listrik yang baru masih dalam tahap penyelesaian.


Meski Presidium Peduli Kotim sudah mendengar langsung alasan dari Direktur PLN wilayah Kalselteng tentang pemadaman listrik yang terjadi di Kotim dan Kalimantan Tengah, namun upaya mereka untuk memperjuangkan ketersediaan listrik akan tetap berlanjut. Mereka akan membuat lembaga advokasi untuk menagih janji itu.


“Langkah presidium ke depan akan membuat lembaga advokasi khusus listrik untuk mengawal janji PLN, termasuk mengkaji kompensasi kerusakan alat elektronik rumah tangga akibat tidak normal nya listrik,” katanya.


Pada kesempatan bertemu langsung dengan Direktur PLN wilayah Kalselteng itu juga, perwakilan presidium mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang hingga kini belum ada jelesan kapan akan selesai dan beroperasi.


“katanya akan digarap PLN tahun 2018 sambil menunggu pertimbangan hukum agar pembagunan diambil alih oleh PT PLN,” ucapnya menjelaskan. (RAFIUDIN/m)