SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penghobi sepak bola Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah menilai laga final sepak bola Porprov Kalteng 2023 antara tim Kotim melawan Sukamara mestinya tetap berjalan. Dia menegaskan, seharusnya, protes diselesaikan di meja rapat, bukan di lapangan hijau.

"Kekecewaan saya sebagai penghobi olahraga sepak bola sangatlah wajar, karena dengan susah payah tim sepak bola Kotim mempersiapkan tim untuk berlaga di Porprov dengan penuh suka duka," kata penghobi olahraga Raihansyah, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Tim sepak bola Kotim telah mempersiapkan diri dengan baik meski lokasi latihan tidak representatif saat itu karena lapangan Stadion 29 Nopember tidak dapat digunakan karena dalam tahap persiapan Porprov Kalteng 2023.

Atlet berjuang dengan semangat, ingin mengangkat prestasi sepak bola Kotim di ajang bergengsi ini. Namun disayangkan di puncak pertandingan diwarnai aksi protes dari tim Palangka Raya dan Sukamara.

"Dalam hal ini seharusnya dari askab PSSI bersikap tegas kembalikan ke aturan PSSI," ujarnya. 

--page

Pria yang dikenal dengan nama Ancah itu mengatakan, pertandingan final seharusnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan dengan lawan main Sukamara. Perihal protes, harusnya dibahas dalam rapat tim askab setelah semua pertandingan final selesai.

Jika terbukti terjadi apa yang dilaporkan tersebut, maka kemenangan dianulir dengan adanya SK askap hasil rapat dan disampaikan dengan jumpa pers. Ancah menegaskan, semestinya protes diselesaikan di meja rapat bukan di lapangan hijau. Jika tidak puas dengan hasil keputusan protes maka dapat ditempuh dengan banding.

Dengan demikian tidak mengorbankan jadwal pertandingan final yang ditunggu-tunggu olah masyarakat Kotim yang berujung kekecewaan mendalam, terutama bagi sporter yang telah siap dengan berbagai tabuhan dan atribut.

"Bahkan ada anggapan bahwa ini salah satu indikasi ingin menggagalkan kesuksesan pelaksanaan POPRPROV XII yang tuan rumahnya Kotim, karena kita ketahui juara umum tanpa sepakbola terasa belum juara karena sepakbola olahraga yg sangat dipopuleri oleh semua kalangan," tandasnya. 

Permasalahan cabang olahraga sepak bola Porprov Kalteng melibatkan tim Palangka Raya dengan Sukamara, keduanya saling lapor atas dugaan adanya pemain dari luar daerah di dalam tim tersebut.  

"Tim Kotim kena imbasnya. Kalo mau main bersih seharusnya dari awal Porprov jangan saat final. Yang digaris bawahi adalah indikasi mengagalkan penyelenggaraan Porprov XII Kalteng di Kotim dan menjadi pelajaran kedepan bagi seluruh tim Kalteng demi kemajuan olahraga di bumi tambun bungai," ujar Ancah. (DEWI PATMALASARI/Y)