BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor pariwisata yang menjadi program unggulan pemerintahan Riban Satia perlu dievaluasi kembali. Sejumlah turis mengaku, destinasi wisata yang ditawarkan tak memenuhi ekspektasi mereka.


Pierce, warga negara Jerman menceritakan, selama hampir enam tahun di Palangka Raya, dia sering mendengar keluhan dari turis-turis yang datang. Katanya, destinasi wisata di Kota Palangka Raya banyak mengabaikan sisi originalitas, etnik dan alam.


“Mereka ke sini ingin melihat sesuatu yang original seperti kehidupan dan kebudayaan suku Dayak, rumah panjang (betang), bukan melihat rumah-rumah dari beton,” papar Pierce di Palangka Raya, Rabu (06/04/2016).


Pierce yang berprofesi sebagai pembuat film menjelaskan, sejauh penglihatan dia, Palangka Raya memiliki banyak sektor yang dapat dijadikan objek wisata unggulan. Sebagai contoh di Kecamatan Bukit Tangkiling atau Sungai Rungan.


Lanjut Pierce yang bekerja di Borneo Film Internasional dan sedang mengerjakan proyek film tentang tari Dayak ini mengatakan, kebudayaan suku Dayak yang unik tak henti menarik keingintahuan orang asing. Namun semua itu seperti diabaikan. Termasuk soal kebersihan tukas Pierce. (RONI SAHALA/m)