BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun di beberapa wilayah lain di Kalteng, sudah terdapat kasus gigitan kucing suspect rabies. namun hal tersebut hingga saat ini masih belum terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Kobar drh. GM Sofyannoor, Sabtu, 5 Agustus 2023 menjelaskan hal tersebut lantaran masih belum adanya laporan terjadinya kasus gigitan kucing pada manusia pada pihak terkait.
"Walau demikian untuk mencegah terjadinya kasus gigitan kucing yang diduga suspect rabies di Kabupaten Kobar, terdapat 2 pola pelayanan yang kami lakukan yaitu active dan passive service," jelas GM Sofyannnoor.
Menurut GM. Sofyannnoor, active service merupakan layanan vaksinasi terjadwal oleh petugas pada lokus tertentu berdasarkan populasi hewan penular rabies (HPR).
"Kemudian untuk passive service merupakan layanan atas laporan pemilik hewan atau pemilik yg membawa hewan ke klinik hewan/puskeswan, termasuk laporan dari jejaring petugas puskesmas jika ada laporan tentang kasus gigitan," jelas GM Sofyannnoor.
--page
Sejauh ini, lanjut GM Sofyannnoor, belum ada laporan kasus gigitan utk kucing, dan kasus yang ada sejauh ini dan ditangani pihaknya beberapa waktu lalu hanya dari HPR jenis anjing.
"Untuk hewan jenis kucing, polanya lebih banyak passive service. Sebab populasi hewan yang berpotensi rabies tidak sebanyak anjing. Kemudian kejadian kasus pada kucing rendah dan tingkat risiko menggigit tidak setinggi pada anjing," jelas GM Sofyannnoor. (WAHYU KRIDA/J)








