PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengingatkan peran penting pelaksanaan Survei Kesehatan Indonesia 2023.

Sebagai lanjutan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, survei bertujuan untuk menilai capaian hasil pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“(Survei) mengukur capaian target indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ungkap suyuti saat membuka Workshop Tim Enumurator Survey Kesehatan Indonesia Tingkat Kalteng di Hotel Luwansa Palangka Raya, akhir pekan ini.

Selain itu, Suyuti menyampaikan survei kesehatan berfungsi sebagai pengukur Rencana Strategis (Renstra) dan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Indikator-indikator tersebut antara lain status kesehatan, status gizi, kesehatan lingkungan, perilaku kesehatan, dan berbagai aspek pelayanan kesehatan.

--page

Adapun, seperti dikutip dari Bappenas program yang diusung untuk mewujudkan SDGs dalam bidang kesehatan adalah Program Indonesia Sehat dengan 3 pilar yakni paradigma sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. (HERMAWAN DP/H)