BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul menilai data survei kesehatan bisa menjadi gambaran indikator kesehatan.
“Data dasar yang dihasilkan dari survei akan menggambarkan berbagai indikator kesehatan tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota,” tuturnya saat membuka Workshop Tim Enumurator Survey Kesehatan Indonesia Tingkat Kalteng di Hotel Luwansa Palangka Raya, akhir pekan ini.
Ia mengungkapkan data tersebut sebagai dasar penyusunan RPJMN 2025-2029, serta dapat pula digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan di daerah.
Suyuti mengingatkan mengenai teknis pelaksanaan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 terintegrasi dengan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) untuk mendukung kebijakan Single Survey di Kementerian Kesehatan.
Pelaksanaannya bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal metode dan kerangka sampel, dengan proses pengumpulan data spesifik kesehatan yang dilaksanakan oleh tenaga pengumpul data berlatar belakang pendidikan minimal D3 kesehatan.
--page
“Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran dan pemeriksaan darah, yang akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya. (HERMAWAN DP/H)









