BERBAGAI permasalahan dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan hingga saat ini yang belum terselesaikan. Hal tersebut dikhawatirkan menghambat laju pembangunan di daerah.


Adapun beberapa catatan permasalahan tersebut, meliputi masalah kerugian negara senilai Rp20 miliar atas temuan BPK RI pada proyek pengerjaan Pelabuhan Segintung tahun 2004-2007, penyelesaian utang pelabuhan Rp34,75 miliar, status kabupaten tertinggal satu-satunya di Kalteng, lemahnya tingkat perekonomian warga, dan persoalan penyerapan anggaran.


Pemkab kewalahan untuk membangun jalan penghubung di sejumlah desa, lantaran minimnya anggaran yang tersedia di APBD.


Menyikapi sejumlah permasalahan tersebut, Ketua LSM Simpati Anak Bangsa (SAB) Seruyan, Gajali Rahman menyarankan, dibutuhkan ketegasan serius dari Bupati Seruyan Sudarsono untuk meningkatkan kinerja jajarannya, terutama berkenaan dengan

komitmen seluruh kepala SKPD untuk bekerja sesuai dengan visi misi kepala daerah.


“Satu persatu masalah yang masih muncul terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Pemkab harus lebih memegang komitmen untuk membangun Seruyan,” kata Gajali, Rabu (6/4/2016).


Sementara, Ketua DPRD Seruyan Ahmad Ruswandi juga menanggapi, pihaknya akan turut membantu sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga DPRD. Baik dalam memberikan dukungan atau masukan dan lainnya guna membantu mengatasi persoalan yang dihadapi pemkab.


Maupun terkait rencana program pembangunan yang mau dilaksanakan. Terlebih manfaatnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 


Sebelumnya diketahui, terkait pembangunan jalan penghubung, Bupati Seruyan Sudarsono berencana mengusulkan jalan antar kecamatan bisa dijadikan jalan lintas Provinsi kepada Gubernur Kalteng. 


Jika disetujui, pemkab akan memperoleh bantuan pendanaan dari APBD propinsi untuk penanganan jalan penghubung itu.

Persoalan lainnya, masih minimnya perolehan pajak kendaraan roda empat milik perusahaan di Seruyan. Karena banyak yang tidak berpelat KH - P.(B-11)