BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Inilah pemenang katagori umum lomba menulis essai "Perempuan Berdaya, Merdeka, dan Bahagia" yang dimenangkan oleh seorang perempuan asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yaitu Chalsabilla Aurelya (20), mahasiswi Universitas Palangka Raya.
"Alhamdulillah mba, lega dan senang pastinya. Lega karena bisa mengungkapkan opini saya khususnya terkait isu childfree yang mungkin ga banyak orang bahas dimasyarakat, dan senangnya pastinya karena terpilih menjadi pemenang dari sekian banyak karya tulisan yang luar biasa lainnya." ungkapnya pada Senin, 7 Agustus 2023.
Perlombaan tersebut mengambil tema "Perempuan Berdaya, Merdeka, dan Bahagia." Menurutnya, perempuan berdaya adalah perempuan yang memahami potensi diri sendiri dan terus bangkit untuk menghadapi tantangan dalam hidupnya.
"Menurut saya perempuan berdaya itu perempuan yang bisa mengerti potensi diri dia apa, lalu mau dan tau bagaimana mengaktualisasikannya. Kadang memang kita perempuan sering dihadapkan sama tantangan dan hambatan juga, tapi sadar kalau itu hal wajar yang memang ada didalam proses hidup," ujarnya.
"Harusnya perempuan berdaya juga ga gampang nyerah hanya karena tantangan itu. Minimal potensi kita berguna untuk kehidupan kita sendiri, tapi akan sangat lebih baik kalau bisa berguna untuk orang lain dan lingkungan juga."
Perlombaan tulis essai dibuat dalam dua katagori umum dan pelajar, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Kabupaten Kobar sebagai upaya mendukung gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Dia berharap perempuan lain terutama perempuan di Kobar dapat dengan giat menggali potensi diri dan memaksimalkan potensi tersebut dengan mengambil kesempatan yang ada, dengan berani bangkit dari kegagalan.
"Karena yang udah bisa maksimalin potensi dirinya itu pasti udah melalui banyak ujian kegagalan juga, jangan gampang merasa rendah diri sih mba, semua perempuan pasti punya value (nilai) nya masing-masing," ucapnya.
--page
Hasil dari tulisan essai katagori umum dari para pemenang nantinya akan dibuat buku antologi untuk menjaga semangat menulis penulis sedangkan untuk pelajar akan dibukukan setelah mendapatkan bimtek dan coaching (pembinaan). (NURITA/R)









