SEBAGIAN ibu rumah tangga di Kasongan mengeluhkan naik­nya harga bawang merah.


“Setiap hari kami memasak pasti pakai bawang merah, soalnya kalau tidak pakai maka masakan kurang sedap. Tapi harga bawang merah sekarang mahal,” sebut Nela, warga Kelurahan Kasongan Lama, Rabu (6/4/2016).


Ibu dua anak ini mengaku sehari sebelumnya ia belanja ke Pasar Kasongan untuk mencari berbagai keperluan di rumahnya, termasuk bumbu seperti bawang merah.


“Saya sempat terkejut dengan naiknya harga bawang merah yang sudah mencapai Rp46 ribu, sebab baru beberapa hari yang lalu juga ada kenaikan. Waktu itu sekilonya Rp40 ribu dan kemarin naik lagi,” keluhnya.


Nela mengaku rata-rata keluarganya menghabiskan setengah kilo bawang merah setiap dua Minggu.


Selain untuk membuat sambal, bawang merah juga untuk campuran bumbu masakan seperti sayur santan dan sebagainya. “Kita tidak tahu kenapa bawang merah mahal.”

Indu Yuli, pedagang di Pasar Kasongan mengatakan naiknya bawang merah ini karena harga dari distributor sudah naik.


Kepala Dinas Pertanian Katingan, Hendri menuturkan mahalnya harga bawang merah karena barang ini masih dipasok dari Jawa.


“Salah satu faktornya karena barangnya masih didatangkan dari Jawa, sehingga kalau di Jawa harga­nya naik, otomatis di sini juga naik, belum lagi jika ada gelombang laut tinggi juga berpengaruh terhadap harga jualnya,” ujarnya.


Di daerahnya sudah ada petani yang mulai membudi­dayakan bawang merah, terutama di wilayah Kecamat­an Mendawai.

Namun karena pembudi­daya yang masih minim, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan di daerah. (GP/B-6)