Nama Presiden Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) Gianni Infantino disebut-sebut masuk dalam daftar Panama Papers. Sejumlah laporan mengungkap keterlibatan persiden FIFA baru itu lantaran ia memberi kontrak hak siar kepada dua orang pengusaha asal Argentina, ketika ia masih menjabat sebagai pejabat UEFA (Badan Sepakbola Eropa).


Dua pengusaha itu, Hugo dan Mariano Jinkis, melalui perusahaan mereka, Cross Trading, belakangan menjual kembali hak siar yang diperolehnya kepada badan penyiaran Ekuador, Teleamazonas, dengan harga tiga kali lipat lebih mahal.


Dua pengusaha tersebut kemudian didakwa oleh otoritas Amerika Serikat sebagai bagian dari skandal gratifikasi FIFA, beberapa waktu lalu. Akibat skandal itu, wibawa FIFA se-bagai organisasi tertua di dunia pun jatuh ke titik nadir.


“Saya terkejut dan tidak akan menerima bahwa integritas saya diragukan oleh beberapa area di media, khususnya dengan fakta bahwa UEFA telah menyelesaikan semua detail fakta terhadap kontrak-kontrak itu,” tutur Gianni Infantino dalam pernyataan FIFA, Rabu (06/4/2016).


Keterlibatan Infantino ini lantas membuat publik sepakbola dunia marah. Pasalnya, Infantino digadang-gadang mampu mengembalikan citra FIFA yang tercoreng akibat ulah pejabat FIFA sebelumnya termasuk mantan Presiden FIFA Sepp Blater yang dituding melakukan korupsi.


Lantas, namanya disebut-sebut masuk dalam daftar Panama Papers. Keruan saja publik sepakbola dunia kecewa dan marah.

Sebab, dokumen hak siar yang bocor itu merupakan bagian dari 11 juta yang dokumen yang bocor dari firma hukum Panama Mossack Fonseca. Dokumen tersebut kemudian populer de-ngan istilah “Panama Papers.”


Meski akun-akun luar negeri (offshore) bukan sesuatu yang ilegal, dokumen-dokumen itu telah menimbulkan kemarahan publik dengan mengetahui bagaimana sosok-sosok kaya dan berkuasa di dunia dapat memutar uangnya dan menghindari pajak. (B-12)