TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, terdapat beberapa isu strategis pembangunan yang perlu kita perhatikan serius oleh semua pihak termasuk Pemkab Barito Timur, salah satunya percepatan penurunan stunting yang sudah masuk Isu Prioritas Nasional.

Hal tersebut diungkapkan Edy Pratowo saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-21 Kabupaten Barito Timur di Tamiang Layang, Kamis 10 Agustus 2023.

"Persoalan kurang gizi kronis pada anak ini akan berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia generasi kita di masa depan," ujarnya.

Wagub mengapresiasi upaya Pemkab Barito Timur dalam menurunkan stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Barito Timur 2022 adalah sebesar 26,9 persen, turun 6,8 persen dibandingkan tahun 2021 yang berada di angka 33,7 persen.

"Namun demikian, saya tetap meminta semua stakeholders di Barito Timur untuk lebih sinergis, bersama-sama berkolaborasi agar upaya penurunan stunting berjalan semakin baik dan efektif, terutama dengan mengoptimalkan peran Puskesmas dan Posyandu," pesannya.

Edy Pratowo juga mengingatkan agar mewaspadai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang pada tahun 2023 ini potensinya meningkat dibandingkan kondisi 3 tahun terakhir, karena kemarau yang diperkirakan BMKG lebih ekstrem akibat fenomena El Nino.

"Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Forkopimda, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat, kita semua harus kompak, bersatu padu memperkuat kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah," jelasnya.

Kemudian, Wabup juga memotivasi pemerintah daerah agar berani membuat lompatan-lompatan untuk memacu percepatan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan masyarakat.

"Potensi daerah harus dikelola optimal dan berkelanjutan, melalui hilirisasi, digitalisasi, serta pengembangan UMKM dan pariwisata," tegasnya.

Selanjutnya, Edy Pratowo juga mengingatkan agar pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul harus menjadi prioritas. Apalagi pada tahun 2045, Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana 70 persen jumlah penduduknya dalam usia produktif (15-64 tahun).

"Bonus demografi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik, karena jika tidak, maka akan menyebabkan berbagai dampak buruk, terutama masalah-masalah sosial, seperti meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, dan juga tingkat kriminalitas," terangnya.

--page

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Wabup mengajak mengajak semua lapisan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif menyukseskan pesta demokrasi ini agar berjalan lancar, aman, damai dan kondusif.

"Saya juga berpesan kepada seluruh ASN di Kalimantan Tengah, termasuk di Barito Timur, jaga selalu profesionalitas dan netralitas ASN. Sukses Pemilunya, Damai Masyarakatnya, dan Sejahtera Bangsanya," kata Edy Pratowo. (BOLE MALO/R)