BORNEONEWS, Tamiang Layang - Desa Tewah Pupuh mewakili Kabupaten Barito Timur pada Lomba Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Penilaian BUMDes Tewah Jari di Desa Tewah Pupuh dilakukan oleh tim penilai dengan meninjau langsung BUMDes tersebut, Kamis, 10 Agustus 2023.
Penilaian lomba BUMDes dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial atau DPMDSos Barito Timur, Kepala Desa dan Ketua BPD Tewah Pupuh, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial atau DPMDSos Barito Timur, Barnusa, saat menyambut tim penilai tingkat provinsi menyampaikan harapannya agar kegiatan penilaian yang dilaksankan oleh tim dari provinsi dapat dipetik manfaatnya oleh pengurus BUMDes Tewah Jari sehingga bukan sekedar mengikuti perlombaan BUMDes.
"Saya berharap kesimpulan-kesimpulan dan hal-hal yang kurang dari pengelolaan BUMDes ini dapat disampaikan juga oleh tim penilai kepada pengurus BUMDes sebagai bahan evaluasi agar ke depan pengelolaan BUMDes Tewah Jari maupun BUMDes di desa lain semakin baik," ujarnya.
Ketua Tim Penilai Lomba BUMDes Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Murtadho Bisri mengungkapkan, dalam lomba BUMDes tingkat provinsi, peraih juara I akan memperoleh hadiah modal sebesar Rp50 juta, juara II Rp25 juta serta peraih juara III mendapatkan hadiah modal Rp15 juta.
--page
"Jadi BUMDes di sini harus bersaing dengan BUMDes di kabupaten lainnya karena tahun ini ada 12 kabupaten yang mengikuti lomba BUMDes, minus Kabupaten Gunung Mas," terangnya.
Adapun indikator penilaian dalam lomba BUMDes diantaranya yaitu kelembagaan BUMDes, manajemen, unit usaha, kemitraan, laporan keuangan dan administrasi serta dampak keberadaan BUMDes dalam menggerakkan ekonomi desa dan memberikan kontribusi sebagai penyumbang pendapatan asli desa.
Sementara itu, Kepala Desa Tewah Pupuh Ardianto menjelaskan, BUMDes Tewah Jari didirikan pada 9 Februari 2022 dan dipimpin oleh Kristmas sebagai direktur.
Unit usaha BUMDes yang berjalan saat ini yaitu penyewaan tenda dan kursi, pengelolaan parkir, ambulans desa serta budidaya ayam petelur.
"Ke depan kami juga akan mengembangkan unit usaha jasa pembayaran melalui BRI Link, agen elpiji, pengelolaan sampah, perdagangan eceran suku cadang sepeda motor serta kios pertanian," tandasnya. (BOLE MALO/Y)









