BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas mengambil langkah progresif dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5PPRA).
Tema kewirausahaan berbasis kemandirian, kreativitas, karakter, dan aplikasi sebagai salah satu fokus utama untuk memberdayakan potensi dan semangat kewirausahaan di kalangan peserta didiknya (pesdik).
Kepala MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi mengatakan bahawa kurikulum Merdeka P5PPRA ini didesain secara komprehensif untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam memulai dan mengelola usaha mandiri.
Materi pembelajaran mencakup berbagai aspek kewirausahaan, seperti perencanaan bisnis, inovasi produk, manajemen keuangan, pemasaran, serta etika dan tanggung jawab osial dalam berwirausaha.
"Kurikulum Kewirausahaan berbasis Kurmed P5PPRA adalah inovasi terbaru dalam pengembangan pendidikan di MAN Kapuas. Dengan tema kewirausahaan, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan semangat berwirausaha, yang merupakan nilai-nilai penting untuk meraih kesuksesan di era globalisasi ini," katanya, Kamis, 10 Agustus 2023.
--page
Lebih lanjut, dia menuturkan penerapan kurikulum ini peserta didik MAN Kapuas terlibat langsung dalam beragam kegiatan dan proyek kewirausahaan yang praktis, berorientasi pada aplikasi dalam hal ini menggunakan smartphone.
"Dengan pendekatan pembelajaran yang berbasis proyek, diharapkan peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, ketangguhan, dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia usaha," ucapnya.
Sementara Wakamad Kurikulum, Ahmad Sajarwan mengatakan dalam penerapan Kurikulum Kewirausahaan, ia mengapresiasi kepada seluruh staf pengajar dan pihak terkait yang telah berperan aktif dalam pengembangan kurikulum ini.
Ia juga mengajak para orang tua peserta didik untuk mendukung program ini dan turut berperan aktif dalam membimbing dan memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam mengembangkan kreativitas dan semangat kewirausahaan.
“Kami berharap untuk kurikulum merdeka akan terbentuk karakter kewirausahaan dalam jiwa peserta didik kelas X Fase E," ujar Sajarwan. (DODI RIZKIANSYAH/Y)









