TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 120 orang penari dan pemusik mempersembahkan Tari Kolosal Namuan Gunung Perak pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-21 Kabupaten Barito Timur di Tamiang Layang, Kamis, 10 Agustus 2022.

Para penari dan pemusik tersebut berasal dari 4 sanggar seni dan budaya serta 1 perguruan beladiri kuntau yaitu Sanggar Komandan Kelurahan Tamiang Layang, Sanggar Kawuri Ngamang Talam Desa Bamban, Sanggar Maeh Pakat Desa Janah Jari, Sanggar Kuluwuri Pangunraun Jatuh Paku Beto dan Perguruan Sangar Jatang.

Alfirdaus bertindak sebagai pelatih tari utama tari Namuan Gunung Perak dan didukung asisten pelatih tari Nindya, Hano serta Putri Wunge. Sedangkan pelatih musik oleh Yakub Krismarian.

Putri Wunge yang diwawancarai Borneonews usai peringatan hari jadi Barito Timur, menuturkan sinopsis tarian Namuan Gunung Perak. Menurutnya Gunung perak adalah implementasi harapan dan cita-cita yang mulia bagi masyarakat adat yang ada di Barito Timur.

"Setiap unsur yang terdapat dalam visual Gunung Perak mengandung makna filosopi yang menggambarkan kekuatan, semangat, perlindungan, pendirian, kemegahan dan kemuliaan. Semua unsur itulah yang menjadi dasar ide dalam karya tari kolosal ini," ucapnya.

--page

Dia menambahkan karya ini mempersembahkan seni tradisi yang khas dan berkembang di Barito Timur, diantaranya tari gelang bawo, tari gelang dadas, tandrik tampak dan beladiri kuntau.

"Karya ini dipersembahkan oleh putra putri terbaik Barito Timur yang tergabung dalam beberapa sanggar seni dan budaya untuk 21 tahun Kabupaten Barito Timur menjadi Gumi Jari Janang Kalalawah," ujarnya. (BOLE MALO/Y)