BORNEONEWS, Kasongan - Bandar Udara (Bandara) Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah mati suri, Setelah sempat beroperasikan, kini bandara kebanggaan warga Kabupaten Katingan ini tidak lagi berfungsi.
Berdasarkan informasi, Bandar Udara Tumbang Samba ini dibangun sekitar tahun 1985 dan sempat beroperasi selama tiga tahun, yaitu mulai 1987 hingga 1991. Bandara itu memiliki panjang landasan pacu sepanjang 600 meter dan lebar 23 meter sehingga dapat didarati oleh pesawat ukuran kecil kapasitas sekitar delapan penumpang.
Seiring perjalanan waktu, pada 2012 Pemkab Katingan kemudian merenovasi bandara itu, salah satunya dengan menambah landasan pacu sekitar 300 meter, sehingga total panjang landasan mencapai 900 meter, dan mampu didarati pesawat sedang dengan kapasitas penumpang 18 orang.
Sejak saat itu hingga tahun 2014, sebenarnya bandara ini sempat kembali beroperasi dengan rute Tumbang Samba-Tjilik Riwut Palangkaraya. Namun penerbangan dari Tumbang Samba ke Palangkaraya ini hanya rata-rata dalam seminggu satu kali terbang.
Namun kemudian pada 2015 hingga sekarang bandara ini tidak lagi beroperasi.
"Kita sebagai warga sebenarnya sangat menyayangkan kenapa Bandara Tumbang Samba ini tidak dioperasikan lagi seperti yang pernah dilakukan sebelumnya," ujar Hadi, warga Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (7/4/2016).
Menurutnya, tidak ada aktifitas penerbangan di Bandara Tumbang Samba ini sejak 2015.
"Sebelumnya memang pernah ada pesawat yang terbang, tapi penumpang yang ikut sedikit sekali. Bahkan kadang tidak ada penumpangnya sama sekali, hanya pilotnya dan awak pesawat saja yang berangkat," katanya.
Hadi mengaku jarangnya masyarakat yang menggunakan pesawat untuk ke Palangkaraya dari Tumbang Samba maupun sebaliknya karena jalan darat dari Tumbang Samba ke Palangkaraya sudah mulus teraspal semua.
"Jarak tempuh dari Tumbang Samba ke Palangkaraya sekarang kalau naik roda empat sekitar dua jam setengah sudah sampai. Mungkin faktor jalan darat ini yang menyebabkan warga enggan naik pesawat saat itu. Terus kalau naik pesawat juga mahal diatas Rp200 ribu meski sudah ada subsidinya," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)


