PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati mengatakan larangan membakar lahan telah menimbulkan keprihatinan bagi petani ladang, yang merasa kesulitan dalam menemukan solusi alternatif untuk membuka lahan pertanian mereka tanpa melakukan pembakaran.

Menurutnya, masyarakat petani ladang di Kalteng menghadapi tantangan nyata dalam mengelola lahan mereka tanpa menggunakan metode pembakaran.

Dalam menghadapi larangan tersebut, banyak petani yang merasa bingung dan memerlukan solusi yang aman dan efektif untuk membuka lahan pertanian tanpa dengan membakar.

"Oleh karena itu perlu solusi bagi petani membuka lahan tanpa bakar, sebab larangan membakar lahan menjadi problematik bagi para petani ladang khususnya di Kalteng ini," ucapnya, Jumat, 11 Agustus 2023.

Lanjutnya, para petani harus mencari cara yang tepat untuk membuka lahan tanpa merugikan lingkungan dan kesehatan. Maka dari itu pemerintah serta para pemangku kepentingan agar dapat memberikan solusi yang dapat membantu petani ladang dalam menghadapi masalah tersebut.

Terlepas dari itu, dirinya mengakui bahwa mencari metode baru mungkin memerlukan waktu dan upaya ekstra. Akan tetapi, solusi yang lebih baik daripada membuka lahan dengan membakar diyakini pasti dapat ditemukan.

Selain dari solusi individual, perhatian dari pemerintah dalam membantu masyarakat petani ladang juga penting.

Ia mencontohkan seperti Kabupaten Katingan, di mana petani ladang mengharapkan bantuan alat berat seperti excavator dari pemerintah untuk membantu mereka dalam membuka lahan tanpa perlu melakukan pembakaran.

"Usulan petani untuk mendapatkan dukungan alat berat seperti excavator merupakan langkah yang masuk akal. Dengan adanya alat tersebut petani akan bisa membersihkan lahan mereka tanpa membakar, yang pada akhirnya juga akan mengurangi risiko kebakaran dan dampak lingkungan," tuturnya.

--page

Dirinya merasa khawatir, apabila tidak ada perhatian atau solusi dari pemerintah untuk masyarakat petani, hal ini bisa mengakibatkan krisis pangan, sebab kesulitan yang dihadapi mendorong keengganan petani ladang untuk kembali berladang.

"Jika seperti itu, maka tidak ada produksi pertanian sehingga masyarakat dan daerah pun terdampak. Jadi perlu ada tindak lanjut dari pemerintah mengenai hal itu. Karena memang, sektor pertanian khususnya di Kalteng ini harus diperkuat agar dapat menciptakan ketahanan pangan yang positif," tandasnya. (DONNY D/R)