BORNEONEWS, Nanga Bulik - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamandau menggelar simulasi tata cara menangani logistik pemilu, mulai dari bongkar muat, sortir, lipat, dan pengepakan logistik Pemilu serentak tahun 2023.
Simulasi pertama dilakukan dengan membongkar logistik Pemilu, seperti kotak suara dan surat suara dari dalam truk. Usai diturunkan, logistik Pemilu kemudian dibawa ke lokasi atau gudang penyimpanan logistik sementara milik KPU Kabupaten Lamandau.
Petugas kemudian melakukan sortir dan lipat surat suara. Selanjutnya, petugas mengambil surat suara yang sebelumnya telah didistribusikan. Proses pelipatan dan sortir surat suara kemudian dilakukan. Surat suara yang layak dan tidak kemudian dipisah dan dicatat.
“Setelah melakukan setting logistik Pemilu. Surat suara yang telah diperiksa akan dimasukkan ke sebuah kotak,” jelas Ketua KPU Kabupaten Lamandau, Irwansyah di Nanga Bulik, Jumat, 11 Agustus 2023.
Dikatakan Irwansyah, kegiatan simulasi tersebut merupakan salah satu tahapan persiapan Pemilu serentak tahun 2024, agar nantinya pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu bisa berjalan dengan baik di seluruh tahap.
--page
“Proses distribusi logistik itu ada tepat jumlah, tepat waktu, sasaran dan tepat jenis. Karena jenis pemilih kan masing-masing. Ada Pemilu presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten,” bebernya.
Simulasi, lanjut dia, dilakukan untuk memastikan ketepatan seluruh surat suara yang nantinya akan didistribusikan ke tiga dapil di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau. Sementara, ada 88 desa/kelurahan dan 307 TPS yang tersebar.
“Itu kan harus ada ketepatan, ini surat suara untuk TPS mana, pemilih jenis apa, termasuk formulir juga begitu. Karena sistemnya proporsional daftar calon terbuka, nama calon dicetak, ditulis, di dalam surat suara, dan juga dicetak di dalam formulir,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/J)









