BORNEONEWS, Kasongan - Musibah banjir akibat luapan air Sungai Katingan di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, ternyata membawa berkah bagi sebagian warga, terutama yang mencari ikan.
Saat desa ini kebanjiran, sejumlah warga ramai-ramai menangkap ikan di sekitar rumah mereka maupun tepi jalan yang terendam banjir itu.
Seperti yang dilakukan Dodo, seorang warga Petak Bahandang, Kamis (7/4/2016). Ia dan puluhan warga lainnya asyik menangkap ikan itu.
Selain menggunakan alat tangkap jenis jala, mereka juga menggunakan alat tangkap lain seperti pasat, tampirai, dan buwu.
"Sudah lima hari sejak air Sungai Katingan meluap kita menangkap ikan di sini," ujar Dodo.
Ia mengaku menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap jenis jala. "Ikan yang kita dapat macam-macam, ada saluang, banta, kapar, sepat, ikan baung, dan lainnya," kata Dodo.
Selain dimasak untuk keperluan keluarga, ikan hasil tangkapannya juga dijual kepada pengumpul di desanya.
"Ya lumayan, satu kilo ikan berbagai jenis yang kita dapatkan dibeli Rp25 ribu per kilo," katanya. Rata-rata Dodo mendapatkan ikan sebanyak delapan kilogram tiap hari.
Banjir ini juga membawa berkah bagi pemilik kelotok yang dimodifikasi untuk menyeberangkan warga serta kendaraan.
"Ada empat kelotok modifikasi yang beroperasi selama banjir di sini, ya rata-rata kami bisa dapat Rp300 ribu per hari," kata Lino, seorang pemilik kelotok modifikasi yang beroperasi di Jalan Poros Petak Bahandang-Kereng Pangi. (ABDUL GOFUR/m)


