BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Kota Palangka Raya berkesempatan menyaksikan demo masak oleh dua chef handal yaitu Denny Fredrick, Corporate Executive Chef Archipelago International dan Ervan Syamsul Bahri, Executive Chef Hotel Neo Palma. Palangkaraya, Rabu (6/4/2016) malam,
Dalam acara bertajuk "Art of Cooking" atau seni dalam memasak itu menampilkan tiga menu ala Eropa. Diawali dengan appetizer atau hidangan pembuka berupa salad sayuran dan udang, main course atau hidangan utama berupa sate kebab, serta dessert atau hidangan penutup berupa es krim vanila.
Aksi kedua chef ini tak hanya memukau warga Palangka Raya tetapi juga beberapa tamu dari Rusia yang kebetulan sedang makan di Noodle's Now Restaurant saat itu.
"Tukang masak ini sama dengan orang seni, apapun bisa kita kerjakan dalam hal makanan. Contohnya ayam, bisa kita jadikan apa saja, goreng, panggang, sate, macam-macam. Piring yang kosong, itulah kanvas kita, tempat kita menjadikan lukisan yang indah," ungkap Chef Denny saat diwawancarai usai penampilannya.
Ia mengatakan, penampilan makanan di atas piring adalah permulaan karena saat seseorang akan makan, keindahan dan kebersihan dari makananlah yang lebih dahulu diperhatikan orang.
"Kalau makan, yang pertama orang lakukan mulai dari mata, penampilan, baru rasa. Melihat makanan yang ditata cantik orang pasti akan tertarik mencicipinya. Setelah dicicipi kok ternyata pedas ya, barulah orang akan berkomentar soal rasa," tambahnya.
Memasak, menurut Denny, harus jadi hobi dan bukan pekerjaan jika bergelut di dunia masakan. Saat ini seorang chef dituntut mengikuti keinginan tamu dan bukannya memaksakan keinginan pembuat makanan.
"Seperti yang kita tampilkan malam ini. Sebelumnya kita sudah rapatkan dengan tim di Palangka Raya, apa sih yang sedang tren di Palangka Raya> Oh, ternyata makanan Eropa sedang sedikit naik daun dan orang ingin merasakannya. Makanya kita tampilkan makanan ala Eropa malam ini," jelasnya.
Sementara, menurut Chef Ervan, sepeninggalan chef Denny nanti, pihaknya akan selalu berinovasi dengan keinginan tamu yang datang.
"Program selanjutnya akan kita ubah-ubah, sesuai tren. Jadi nggak selamanya makanan ini yang akan ditampilkan. Kita tidak boleh berhenti berinovasi, sesuai kondisi dan keinginan pelanggan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)


