NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Gelaran Porprov XII telah usai, pada ajang tersebut kontingen Kabupaten Lamandau harus puas di peringkat kesepuluh, dengan perolehan 17 medali emas, 19 perak, dan 33 perunggu. Hal ini tentu jauh meleset dari target yang ditetapkan, yakni peringkat tiga besar.

Menyikapi hasil itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lamandau, Dedy Linando Aman mengungkapkan, pihaknya akan menjadikan perolehan tersebut sebagai bahan evaluasi, terutama terkait dengan metode pembinaan atlet.

“Nah ini semua yang menjadi pemikiran kita dan atas dasar itulah kita mencoba memetakan beberapa permasalahan terkait dengan olahraga,” ungkap Dedy di Nanga Bulik, Minggu, 13 Agustus 2023.

Menurut Dedy, setidaknya ada sejumlah permasalahan yang menghambat prestasi. Salah satunya adalah sistem pembinaan yang belum dikembangkan dan dilakukan secara sitstematis, terencana, berjenjang dan berkelanjutan.

“Pembinaan harus dilakukan sejak usia dini, berjenjang dan secara berkelanjutan. Hal inilah yang belum optimal kita lakukan,” bebernya.

--page

Dedy menyebutkan, pembinaan atlet usia dini yang dilakukan dengan baik dan sistematis akan melahirkan atlet yang mempunyai potensi, bakat dan kedepan diharapkan mampu menjadi atlet yang berprestasi.

“Atlet berprestasi tidak hanya muncul begitu saja. Sebaliknya, melahirkan mereka membutuhkan proses panjang yang harus kita mulai pada usia dini,” sebutnya.

Dia melanjutkan, dengan pembinaan olahraga terhadap anak usia dini secara baik dan rutin, maka kedepan kita akan hasilkan atlet-atlet yang dapat menjadi bibit atlet daerah serta mampu membawa nama baik Kabupaten.

Selain permasalah tersebut, Dedy juga mengakui jika manajemen kompetisi di Kabupaten Lamandau belum terlaksana secara berjenjang, rutin, berkelanjutan dan tidak sesuai dengan kelompok usia serta karateristik cabang olahraga.

“Salah satu kelemahan pembinaan atlet kita adalah sistem kompetisinya yang blum teratur,” sebutnya.

Dikatakan Dedy, atlet tidak hanya perlu latihan secara maksimal, tetapi juga butuh kompetisi yang secara teratur dan juga preferensi bagus. Sehingga, diharapkan kompetisi tersebut dapat menjadikan parameter atlet dari hasil latihan.

“Semoga melalui pemetaan permasalahn yang kami lakukan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/J)