BORNEONEWS, Sampit - Warga korban banjir di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai mengungsi ke tempat lebih tinggi dan aman. Sebab, debit air di anak Sungai Cempaga itu terus naik.
“Sudah ada dua RT warga Desa Pantai Harapan yang mengungsi, yakni RT 1 dan 3,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sutoyo yang dihubungi via telepon selularnya, Kamis (7/4/2016).
Sutoyo mengungkapkan, dua RT di Desa Pantai Harapan itu merupakan yang terparah terendam banjir. Ketinggian air di dua RT itu mencapai 1,5 meter, sehingga memaksa warga untuk diungsikan ke tempat lebih aman. Bahkan dari lantai rumah panggung warga ketinggian air mencapai 50 hingga 70 centimeter.
Warga yang rumahnya terendam cukup parah tersebut mengungsi ke kebun dan tempat kerabat terdekat yang tidak terendam air. Selain mengungsi di kebun dan rumah kerabat, sebagian warga lainnya membangun tenda darurat untuk tempat bernaung sementara.
Meski banjir baru Kamis lalu merendam desa itu namun warga mulai terserang penyakit. “Korban banjir sudah mulai ada yang sakit, kebetulan kami turun bersama tim medis yang langsung bias mengibati mereka yang sakit,” ujarnya.
Selain Desa Pantai Harapan, Desa Sungai Ubar juga terendam banjir. Namun tim dari BPBD Kotim belum sampai ke desa itu.
Dari data pihak Kecamatan Cempaga Hulu, jumlah rumah yang terendam mencapai 145 rumah tersebar di dua desa. Desa Pantai Harapan sebanyak 95 rumah terendam, 126 kepala keluarga. Sedangkan di Desa Sungai Ubar ada 50 rumah, 62 kepala keluarga.
Terkait bantuan makanan siap saji serta bantuan lainnya, pihak BPBD Kotim belum bisa memastikan karena masih melakukan pendataan terlebih dahulu.
“Kita data dulu baru bisa diusulkan bantuan apa yang mereka butuhkan. Hasil pendataan tim siaga bencana ini kami laporkan ke kantor,” katanya. (RAFIUDIN/m)


