TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Kabupaten Barito Timur, Rusdianor menyampaikan pesan pencegahan stunting panggung kreasi malam ke-6 Bartim Expo, Minggu, 13 Agustus 2023.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis secara terus-menerus sehingga menimbulkan gangguan kesehatan serta pertumbuhan fisik melambat.

"Cegah stunting merupakan program prioritas nasional yang harus kita sukseskan untuk menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045," ucapnya kepada pengunjung Bartim Expo dari atas panggung.

Rusdianor melanjutkan, saat usia Indonesia yang ke-100 pada tahun 2045, diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia berkualitas, sehat dan berkarakter.

"Karena itu kami mengajak agar anak remaja merencanakan perkawinan secara matang, artinya umur perkawinan diperhatikan. Selain itu sebelum menikah kesehatannya harus diperiksa. Kemudian pengasuhan anak juga harus lebih baik sehingga tidak menderita stunting," pesannya.

--page

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Riza Rahmadi juga mengatakan bahwa stunting merupakan isu strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah untuk mencapai generasi emas pada tahun 2045.

"Di tahun 2023 ini Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai target penurunan stunting pada angka 19,30 persen," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Riza menjelaskan, saat ini rata-rata nasional angka stunting berada pada angka 21,6 persen. Sedangkan Kalimantan Tengah dan Barito Timur pada tahun 2022 baru berhasil menurunkan pada angka 26,9 persen. Karena itu dia berharap pemerintah kabupaten menggalakkan program orang tua asuh Posyandu untuk mempercepat penurunan stunting.

Menurutnya, para kepala perangkat daerah maupun perusahaan-perusahaan pertambangan dan perkebunan sawit dapat ikut berperan menjadi orang tua asuh di wilayah sekitarnya dengan memberikan bantuan makanan tambahan kepada balita beresiko stunting.

"Kami harapkan pemerintah kabupaten, provinsi dan pihak swasta berkolaborasi menjadi orang tua asuh Posyandu supaya target Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk menurunkan kasus stunting pada angka 22,85 persen bisa tercapai," ujar Riza saat itu. (BOLE MALO/Y)