SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Beberapa ruas jalan dengan jarak pandang terbatas dan kualitas udara pun menurun di pagi hari, pada Senin, 14 Agustus 2023.

Kemunculan kabut asap dikeluhkan oleh warga yang beraktivitas di pagi hari. Selain membuat tidak nyaman dengan aroma asap yang menyengat dan membuat mata perih kabut asap juga mengganggu jarak pandang.

"Pagi hari saat jam berangkat sekolah Kota Sampit berkabut dan bau asap," kata salah seorang warga Sampit, Lina.

Dari pantauan Borneonews.co.id kondisi kabut asap ini terjadi di beberapa kawasan seperti Jalan Tjilik Riwut Sampit, Jalan Kapten Mulyono, dan Jalan Jenderal Sudirman dan sejumlah kawasan lainnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika jarak pandang di Sampit tertutup kabut.

"Jarak pandang baru kembali normal memasuki pukul 08.00 hingga siang hari," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Musuhanaya. 

Sementara titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur yang terdeteksi satelit makin menjadi-jadi. Pada Minggu (13/8) jumlahnya terdeteksi sebanyak 119 titik panas dan mulai menurun hingga hari ini yang mencapai 40 titik panas.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Kota Besi, Telawang, Cempaga Hulu, dan Parenggean.

--page

Sementara itu berdasarkan potensi kemudahan terjandinya kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca di Kalimantan Tengah berstatus sangat mudah terbakar. 

"Berdasarkan citra satelit HIMAWARI-8 Infrared Red Enhanced pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di Kabupaten Kotawaringin Timur," jelas Musuhanaya.(NOOR ANNISA/R)