PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Beberapa waktu yang lalu, akibat dari pemanggilan salah seorang siswi oleh oknum wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Pulang Pisau, AW selaku orangtua siswi melayangkan surat keberatan dan somasi kepada pihak sekolah yang mana dari kejadian tersebut mengakibatkan tekanan psikologis yang diderita anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN 1 Pulang Pisau Sriyadi menyatakan rasa bersalah atas kejadian yang menimpa salah satu muridnya. Serta, dirinya berserta guru yang lain tidak mengira akibat dari pemanggilan tersebut memengaruhi psikis anak tersebut.

Sriyadi menjelaskan, kejadian ini berawal dari para siswa dan siswi yang kerap mendapatkan tugas tambahan dari para guru yang ternyata hal tersebut malah membuat para siswa dan siswi merasa terbebani dan tidak ada waktu luang untuk keluarga serta kerap kali pulang ke rumah masing-masing jam 10 malam.

"Untuk memastikan kebenaran itu, Ibu Salbiah selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan memanggil siswi tersebut untuk mengkonfirmasi terkait tugas tambahan tersebut dan memang benar adanya," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah telah melakukan antisipasi dengan mengeluarkan surat edaran terkait dengan yang harus dilakukan oleh guru agar tidak lagi membebani atau memberatkan siswa siswi dengan tugas tambahan.

--page

"Dengan adanya surat edaran ini, saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini," inginnya.

Tidak hanya itu, Sriyadi juga membeberkan bahwa siswi yang bersangkutan merupakan salah seorang siswi kebanggan sekolah. Sebab, siswi tersebut berprestasi dalam bidang pelajaran dan prilaku siswi tersebut juga dikenal baik.

Sriyadi menambahkan, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada kedua orangtua siswi tersebut untuk mencarikan jalan keluar agar kondisi siswi itu kembali seperti semula sehingga bisa kembali bersekolah untuk kembali menoreh prestasi.

"Sekali lagi kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada kedua orangtua siswi dan kami sangat merasa bersalah akibat kejadian ini. Serta, saya pribadi akan segera mengunjungi siswi itu dengan harapan dia mau kembali bersekolah lagi," tutup Sriyadi. (M PRADILA KANDI/J)