BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengungkapkan stunting masih jadi permasalahan di masyarakat.
Terutama dalam permasalahan kesehatan, dengan data yang menunjukan masalah gizi di Indonesia, khususnya masalah stunting masih cukup tinggi.
Victoria mengingatkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“(Pemerintah) menargetkan penurunan prevalensi stunting pada anak di bawah usia dua tahun menjadi 14 persen tahun 2024,” ungkap Victoria saat kegiatan Sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi masyarakat di Jl. Petuk Katimpun Km. 10 Cilik Riwut Palangka Raya, Senin, 14 Agustus 2023.
Ia mengatakan Kalteng turut mendapatkan target Prevalensi Stunting dengan nilai 15,38 persen pada Tahun 2024.
Dilaporkan kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKB3APM) Kota Palangka Raya Sahdin Hasan.
--page
Kemudian, Kepala Puskesmas Jekan Raya Haryadi dan Lurah Petuk Katimpun Brita Asi, serta peserta masyarkat Kelurahan Petuk Katimpun. (HERMAWAN DP/J)









