SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersaing dengan 12 desa di 12 kabupaten dalam lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kalimantan Tengah. 

"Jadi untuk penilaian BUMDes ini baru pertama kali dilaksanakan oleh provinsi lomba bumdes se Kalimantan Tengah dan baru 12 kabupaten yang mengikuti. Artinya ada beberapa kabupaten yang tidak ikut," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Raihansyah, Senin, 14 Agustus 2023.

Persiapan lomba BUMDes cukup mendadak. Raihansyah mengatakan, sebelumnya ia menunjuk beberapa BUMDes di Kotim untuk diseleksi. Salah satu yang memenuhi syarat adalah BUMDes Nusantara Jaya Mandiri dari Desa Bapeang.

Kriteria utamanya bahwa BUMDes di Desa Bapeang sudah berbadan hukum dan sudah menghasilkan untuk PADesnya.

"Sebelum tim penilai datang, kami sudah mengkroscek terkait dengan indikator-indikator penilaian tersebut yang utamanya adalah badan hukumnya ada," ujarnya. 

--page

BUMDes Nusantara Jaya Mandiri juga telah bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni penyediaan gas LPG 3 kilogram untuk masyarakat. Mereka juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan dalam rangka pengembangan kebun desa.

Lanjutnya, indikator-indikator penilaian lomba BUMDes sudah dilengkapi. Namun ia tak menampik bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan. Sehingga dia akan koordinasi dengan tim penilai.

"Karena tim penilai ini nanti juga sekaligus Pembina terhadap BUMDes di Provinsi Kalimantan Tengah karena BUMDes ini salah satu pilar untuk kemajuan Desa. Kita tidak tahu kedepannya apakah masih ada ADD atau DD, terutama DD yang ada di PMD. Kalau sewaktu-waktu 5 atau 10 tahun ke depan tidak ada, tetapi BUMDesnya tetap berjalan bisa dan menghasilkan maka Desa itu tetap terus ada dan makmur," tutup Raihansyah. 

Sementara itu, perwakilan dari Tim Penilai lomba BUMDes Provinsi Kalteng Murtadho basri mengatakan, Desa Bapeang merupakan desa terakhir yang dikunjungi. Sebelumnya kunjungannya ditunda karena Kotim menjadi tuan rumah Porprov Kalteng 2023.

"Dengan adanya BUMDes ini bukan sekedar seremonial kami harapkan ada motivasi selanjutnya setelah penilaian ada masukan saran itu bisa dikembangkan untuk BUMDes lebih baik. Memang ini lomba, tetapi ada pembinaan," ujar Murtadho. (DEWI PATMALASARI/J)