BORNEONEWS, Palangka Raya - Butuh sekitar tiga sampai empat jam, komplotan maling sarang walet melancarkan aksinya di setiap sasaran. Dari setiap aksi itu pula, mereka berhasil mendapatkan rata-rata 10 kilogram sarang walet.
Ini diakui Ra (28 tahun) satu dari tujuh komplotan maling sarang walet yang dibekuk tim gabungan di Jalan Wortel, Palangka Raya, Kamis (7/4/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut pengakuannya, sebelum beraksi mereka lebih dulu melakukan survei. Sarang yang menjadi sasaran adalah di lokasi yang sepi dari pemukiman penduduk, dan memiliki banyak burung waletnya.
Pukul 23.00 WIB, mereka beraksi. Pelaku memanjat gedung menggunakan tangga di sekitar lokasi. Kemudian mengebor tembok sarang walet sembari menjebol tembok menggunakan linggis.
Dari beberapa TKP yang pernah mereka satroni, para maling ini juga tidak segan-segan melumpuhkan penjaga walet apabila ketahuan. Penjaga disekap, lalu ditutup mulutnya.
Setelah berhasil menjebol gedung, pelaku masuk berbekal sebuah senter. Butuh waktu sekitar 3 jam lamanya untuk mendapatkan 10 kilogram sarang walet. Proses pengambilan sendiri menggunakan serok yang sudah ada di dalam.
"Teman-teman ada yang mengumpulkan. Nyeroknya sekitar 3 jam-an. Jadi kira-kira waktunya sekitar 4 jam untuk dapat 10 kilo sarang walet," kata Ra, Jumat (8/4/2016).
Usai mecuri, mereka tidak susah-susah amat menjualnya. "Sudah ada langganan. Satu kilo kita jual Rp 6 juta. Kalau barangnya agak sedikit jelek paling cuma Rp 4,5 juta. Duit itu dipotong biaya operasional sebelum dibagikan," ungkap warga asal Rantau, Kalsel ini. (Budi Yulianto/B-10)
Begini Modus Maling Bobol Sarang Walet
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Komentar (0)
Memuat komentar…

