RA (28 tahun), satu dari tujuh maling sarang walet yang dibekuk dan diberi dua tembakan di kakinya mengaku tobat. Dia benar-benar merasa jera terlibat dalam komplotan maling sarang walet.

Di hadapan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Purnama Barus, Jumat (8/4/2016), dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia bahkan siap ditembak lagi apabila melakukan tindakan serupa. "Kalau nanti saya bebas, saya tobat. Kalau berulang lagi, tembak aja," janji Ra.

Menurutnya, profesi sebelumnya yang ia geluti adalah menjual sate keliling bersama istri. Namun karena cerai, dia akhirnya jadi pengangguran. Pada 2016, dia lalu diajak oleh rekan-rekan sepenganggurannya, yakni berinisial AI untuk mencuri sarang walet.

Dia pun menerima tawaran itu, karena apalagi bila berhasil, mendapat keuntungan besar. Ra sendiri sebenarnya juga sadar kalau keputusannya itu berisiko besar.

"Saya sebenarnya tidak dapat banyak. Saya saja juga masih tinggal di sewa barak. Dulu pernah jualan sate di Pangkoh, Kabupaten Pulang Pisau," ungkapnya.

Dia mengaku akan kembali menjalani profesi semula sebagai penjual sate. (Budi Yulianto/B-10)