BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih kerap terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Adanya pembukaan lahan dengan dibakar dan ditambah kondisi kemarau saat ini, membuat api cepat meluas.
Dalam dua hari terkahir pada 13 dan 14 Agustus 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pemadaman Karhutla sebanyak tiga titik.
"Pada Minggu dan Senin ada tiga titik lokasi api yang ditangani Tim TRC BPBD Kobar semua di wilayah Kecamatan Arut Selatan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Martogi Siallagan.
Disebutkannya, adapun lokasi pertama yaitu terjadi kebakaran lahan di belakang perumahan Pinang Merah dan Bumi Asih, Desa Pasir Panjang, Minggu, 13 Agustus 2023.
"Kajadiannya hampir bersamaan, jadi setelah selesai menangani kebakaran lahan di belakang Perum Pinang Merah, saat akan balik ke mako tim TRC melihat ada kepulan asap di lahan wilayah Perun Bumi Asih," ujarnya, saat dikonfirmasi pada Selasa, 15 Agustus 2023.
--page
Untuk penyebabnya tidak diketahui, namun akibat kebakaran tersebut di lokasi pertama sekitar 2,5 Ha dan lokasi kedua sekitar 700 M².
Kemudian pada Senin, 14 Agustus 2023. Kebakaran lahan kembali terjadi di kebun milik warga Sei Tatas, Kelurahan Baru.
"Diduga kuat kebakaran lahan terjadi karena aktifitas pembukaan lahan oleh masyarakat dan luas lahan terbakar sekitar 1 Ha," ungkapnya.
Martogi menambahkan, titik api di tiga lokasi tersebut semua berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mengingat hal tersebut merupakan tindak pidana," pungkasnya. (DANANG/J)









