BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sistem kelistrikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai kembali stabil sejak Selasa (5/4) sore, Tambahan daya sebesar 5,65 megawatt (MW), dari operasional delapan unit mesin pembangkit listrik milik PT Kaltimex telah masuk ke jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun. Meski begitu, daya mampu listrik di Kobar masih belum cukup aman. PLN masih butuh tambahan daya untuk cadangan.
Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto menuturkan, dengan beroperasinya delapan dari 10 unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PT Kaltimex yang direlokasi dari Kotawaringin Timur (Kotim) ke Kobar beberapa waktu lalu, defisit daya listrik yang terjadi di Kobar telah teratasi.
"Sehingga tidak ada lagi pemadaman listrik," ujar Purwanto, Jumat (7/4).
Dengan tambahan daya 5,65 MW yang dihasilkan 8 unit mesin pembangkit itu, daya mampu listrik di Kobar bertambah menjadi sekitar 30,7 MW. Namun, total daya mampu yang dihasilkan seluruh pembangkit pemasok listrik PLN ini terbilang belum cukup aman. Lantaran beban puncak listrik di Kobar saat ini juga cukup tinggi. Tertanggal 7 April 2016, beban puncak penggunaan daya listrik pelanggan PLN tercatat mencapai 30 MW.
"Tadi malam (7/4) beban puncak ada kenaikan. Dari 29,7 MW menjadi 30 MW. Sedangkan daya mampu 30,7 MW,” katanya.
Purwanto menjelaskan, PLN Rayon Pangkalan Bun masih membutuhkan tambahan daya listrik lagi, sebagai cadangan antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi gangguan di salah satu mesin pembangkit pemasok listrik PLN. Dari estimasi sementara, PLN Rayon Pangkalan Bun membutuhkan daya tambahan daya listrik cadangan sebesar sekitar 4 MW.
Purwanto mengaku tengah mendesak dan meminta kepada pihak PLN Area Palangka Raya dan PLN Wilayah Kalselteng untuk mendapatkan tambahan daya mampu listrik di Kobar.
"Itu (4 MW) untuk N-1 (cadangan daya dari pembangkit). Kalau untuk calon pelanggan baru, harus ada daya tambahan sebesar 11 MW. Kemudian infonya, akan ada rencana pemeliharaan pembangkit. Tapi tidak ada pemadaman pelanggan. Daya cadangan masih cukup,” kata dia.
Sementara, terkait terjadinya padam listrik mendadak di jaringan listrik Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun, Jumat (7/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Purwanto menjelaskan, hal tersebut terjadi akibat oleh putusnya salah satu kabel Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Phasa Nol, di Jalan Merak, simpang Stadion Sampuraga Pangkalan Bun. (RADEN ARYO/m)


