BORNEONEWS, PAngkalan Bun - Buruknya infrastruktur jalan menuju Kecamatan Arut Utara (Aruta) menjadikan biaya distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjadi tinggi. Bahkan warga setempat sering membeli BBM jenis premium hingga Rp15.000 per liter ke pengecer.
Dengan kondisi itu, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Bambang Purwanto mengajak para investor dan PT Pertamina membuka stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah Aruta.
"Iya, kondisi warga Aruta cukup memprihatinkan, dengan jarak yang jauh dari perkotaan dan sulitnya akses jalan," ujar Bupati saat meninjau banjir di Pangkut. Jumat (8/4/2016).
Bupati mengakui sulitnya warga Kecamatan Arut Utara memperoleh BBM. Lantaran minimnya stok menjadikan warga setempat menebusnya dengan harga yang tinggi, bahkan dua kali lipat lebih mahal dibanding harga resmi di SPBU.
Menurutnya, sulitnya warga Kecamatan Aruta memperoleh BBM karena memang jarak yang jauh sehingga mungkin jadi pertimbangan banyak investor untuk membuka usaha di sana.
"Misalnya, premium di SPBU harga normalnya Rp6.450 per liter, warga di Kecamatan Aruta sudah terbiasa dengan harga jual mahal, yakni Rp15.000 per liter," ujarnya.
Ia menambahkan, mengenai peluang investasi, terbuka lebar pada berbagai bidang, mulai pariwisata, pertembangan, pertanian, perkebunan, peternakan hingga jasa lainnya.
"Silakan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kobar. Insya Allah tidak akan dipersulit," ucap pria yang akrab disapa Pa de itu.
Sementara, salah satu warga Pangkut Kecamatan Aruta, Ikhsan membenarkan, kondisi yang dialami warga setempat. Meski harganya sudah tinggi, BBM di sana sulit diperoleh.
"Sudah mahal, barangnya (BBM) langka lagi," cetus Ikhsan. (CR-1/m)


