BORNEONEWS, Palangka Raya - Khairullah, 23, bersalah dalam peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan empat orang di Jalan Trans Palangka Raya - Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, tepatnya Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (7/4/2016) sekitar pukul 15.15 WIB. Warga Jalan Sesep Madu, Palangka Raya ini pun ditetapkan sebagai tersangka.
"Sopir pikap sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Haryanto kepada Borneonews, Jumat (8/4/2016).
Dia menuturkan, faktor utama penyebab Khairullah menabrak warung milik Qila lantaran mengantuk. Namun sebelumnya, Khairullah yang mengemudi didampingi kernetnya Arif, 24, menenggak masing-masing lima butir obat Zenith.
"Waktu berangkat dari Palangka Raya, mereka masing-masing minum lima butir Zenith. Pada saat kejadian mereka mengantuk," imbuh Kapolsek.
Khairullah kini ditahan di Polres Pulang Pisau. Khairullah menabrak warung di Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
Empat orang yang sedang belanja dan menikmati jajanan tewas begitu warung milik Qila, disambar mobil Daihatsu Grandmax Max Da 9458 CH yang dikemudi Khairullah.
Peristiwa tersebut menggemparkan warga setempat. Khairullah dan Arif sempat diamuk massa.
Empat orang yang meninggal dunia itu di antaranya Sumarni, 41, istri polisi, warga Jalan Gurame, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Selain Bhayangkari, dia juga sebagai bidan di Pustu, Desa Bukit Liti.
Kemudian Aca Adasha Putri, 7, yang tidak lain adalah anak Sumarni. Lalu Relitae, 31, yang juga bersama anaknya Tasya, 6, warga Desa Bukit Liti.
Relitae diketahui sebagai pegawai honorer taman kanak-kanak (TK) di desa tersebut. Ironisnya, dia juga tengah mengandung enam bulan. (BUDI YULIANTO/m)


