SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) baru mencapai 2,6 persen

"Kendala karena masyarakat banyak tidak memiliki HP android dan kedua adalah saat kami melakukan pelayanan ada gangguan signal saat mereka mau melakukan aktivasi," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim Agus Tripurna Tangkasiang, Rabu, 16 Agustus 2023.

Berdasarkan data Disdukcapil Kotim, penduduk yang telah melakukan aktivasi IKD sebanyak 8.077 orang dari 308.309 penduduk wajib KTP, atau setara 2,6 persen. Capaian ini jauh dari target pemerintah pusat bahwa tahun 2023 aktivasi IKD ditargetkan 25 persen. 

Kendala aktivasi juga karena ada kekhawatiran dari masyarakat data dapat di hack oknum tak bertanggung jawab. 

"Tetapi kita sudah jelaskan, menurut informasi yang kita terima secara resmi dari dirjen kependudukan dan catatan sipil, semua masyarakat yang aktivasi IKD di HP itu datanya di jamin tidak bisa direntas siapapun," ujarnya. 

Kendala jenis HP pun telah diatasi pemerintah. Saat ini IKD juga dapat diinstal melalui HP berbasis iOS. Sehingga tidak terbatas untuk pengguna android saja. 

"Terkait capaian target ini kita melihat sampai bulan Agustus ini dan tahun 2023 tersisa 4 bulan lagi, saya tidak yakin bisa mencapai target 25 persen tersebut, karena dari bulan Juni-Juli itu hanya 2 persen sampai di akhir bulan Juli, masuk pertengan Agustus ini masih belum banyak penambahannya," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)