SETELAH ditolak oleh Pemprov Kalteng saat sosialisasi programnya, kini USAID percaya diri menawarkan programnya ke Pemerintah Kota Palangka Raya.
Bedanya, pemerintah kota tergiur tawaran program yang bertajuk USAID LESTARI.
Tahun lalu USAID juga menggeber program lingkungan di kota ini, tapi beda nama USAID-IFACS.
Tawaran program disampaikan tim USAID, Rabu (6/4). Walikota Riban Satia enggan hadir dan diwakilkan Asisten Bidang Kesra, Gunawan Abel.
Ditanya apa alasan pemerintah kota menerima program USAID, padahal program sebelumnya masih disangsikan akibat belum terasa manfaatnya? Gunawan berdalih tidak ingin negatif thinking, terlebih pemerintah kota tidak keluar modal.
“Ya kalau provinsi kita tidak tahu alasan apa. Tapi kalau kita ambil positif saja dari progam mereka. Sebab mereka membantu kita dalam menjaga pelestarian alam.
Kenapa kita tolak kalau tujuannya baik. Lain hal kalau program mereka merugikan kita, jelas akan kita tolak.”
Lalu bedanya apa dengan proyek tahun lalu? menurut Gunawan adalah sama saja.
Sebab setiap tahun USAID selalu ada program untuk sosialisasikan ke masyarakat untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.
Lalu apa keuntungan buat kota? dia menuturkan hanya sedikit.
“Keuntungannya ya mendapatkan lingkungan kita jadi lestari, lebih terjaga, menjadi hijau dan dengan sendirinya menurunkan gas rumah kaca. Itu yang kita dapat,” ungkapnya. (RZ/B-6)


