BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dekati bangunan sekolah SMPN 11 Sampit Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 17 Agustus 2023.
"Kami sudah menelpon pemadam kebakaran namun mereka masih upacara, lalu kami inisiatif ada guru yang menjaga di luar sana agar api tidak semakin dekat. Ini mereka baru tiba untuk padamkan api," kata Kepala Sekolah SMPN 11 Sampit Nelli Suryani Purba.
Kebakaran tersebut terjadi pagi hari saat sekolah aktif melakukan kegiatan HUT ke 78 RI. Asap mengepung sekolah tersebut, sehingga siswa mengenakan masker saat beraktivitas.
Nelli mengatakan, kejadian ini bukan pertama kali. Pemadam kebakaran sebelumnya telah berjibaku memadamkan api di sekitar SMPN 11 Sampit, meski lokasi pertama sedikit jauh dari sekolah.
Kali ini kebakaran lahan tersebut betul-betul menghantui SMPN 11 Sampit karena hanya berjarak beberapa meter saja dari sekolah. Lahan terbakar itu berbatasan langsung dengan dinding pagar sekolah.
--page
"Sudah mulai hari Minggu terjadi kebakaran dan asap di sekitar sini cukup tebal sehingga kami mengurangi kegiatan di luar ruang kelas dan mengimbau siswa memakai masker," ujar Nelli.
Nelli berharap, Dinas Pendidikan Kotim memberikan kebijakan agar sekolah dapat masuk lebih siang. Karena lokasi SMPN 11 Sampit selalu dipenuhi kabut asap tebal dipagi hari karena sekolah masuk pukul 06.30 WIB.
"Kalau agak siang kabut asap itu mulai mereda jika tidak ada kebakaran lahan yang terlalu dekat dengan sekolah seperti ini," tandasnya.
Kondisi sekolah yang dikepung asap tersebut dikhawatirkan dapat memicu kasus ISPA pada siswa. Apalagi siswa di SMPN 11 Sampit sebagian besar dari Wengga Metropolitan yang juga terdampak kabut asap setiap pagi akibat karhutla. (DEWI PATMALASARI/J)









