BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 3 kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di Kabupaten Barito Timur bertepatan dengan kesibukan masyarakat setempat memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis, 17 Agustus 2023.
Koordinator Kebencanaan Relawan Matabu Jaya Achmad Khomaru mengatakan, titik api dimaksud muncul di Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang, kemudian di belakang kantor Disbudparpora Desa Jaar dan di Desa Dorong Kecamatan Dusun Timur.
"Kami tidak tahu persis penyebab kebakaran karena setiap kali mendapatkan informasi kebakaran kami langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api," ungkapnya.
Selain Relawan Matabu Jaya, pemadam kebakaran itu juga melibatkan unit pemadam kebakaran dari BPBD Damkar setempat, Sulung Rescue dan UPBS Pasar Panas.
"Tiga titik api ini rata-rata yang terbakar hutan dan lahan. Sedangkan luasan lahan yang terbakar perkiraan beberapa puluh meter di setiap lokasi," papar Khomaru.
--page
Dia mengaku bersyukur karena semua titik api yang ditangani berhasil dipadamkan serta dilakukan pembasahan secara bertahap.
"Semoga titik api tidak muncul kembali di lokasi itu setelah dilakukan pemadaman dan pembasahan," ucapnya.
Menurut Khomaru, dalam pemadaman karhutla kali ini tidak ada kendala yang dihadapi relawan karena rata-rata titik api berada tidak jauh dari jalan raya serta sumber air mudah dijangkau.
Mewakili relawan gabungan di Tamiang Layang, Khomaru menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Barito Timur atas dukungan keuangan yang disisihkan selama ini untuk keperluan operasional tanggap bencana, baik bencana alam maupun non alam sehingga para relawan dapat merespon cepat setiap kejadian.
"Kami juga mohon agar pemerintah daerah melalui BPBD Damkar dapat menganggarkan dana operasional bagi relawan untuk kebutuhan membeli bahan bakar dan lainnya. Rekan-rekan kita di Kabupaten Tabalong seperti itu, semua relawan yang ada di Kabupaten Tabalong sudah terdaftar dan di bawah naungan BPBD Tabalong," ungkapnya. (BOLE MALO/J)









