RAZIA yang kerap digelar petugas Satpol PP dengan sasaran gelandangan dan pengemis (gepeng), ternyata kurang memberikan efek jera.
Dalam razia, petugas kerap menemukan orang yang sama, dan sudah terjaring razia sebelumnya.
Seperti hasil penertipang gepeng yang dilakukan pada Jumat (8/4). Mereka yang terjaring kebanyakan adalah hasil razia yang sama pada Rabu (6/4) malam.
Kepala Dinsosnakertrans, Bima Eka Wardana mengatakan kebanyakan yang terjaring adalah wajah lama.
“Dari lima orang yang terjaring, hanya satu yang belum pernah kami amankan. Empat lainnya, terjaring jaring pada Rabu (6/4) malam,” ujar Bima.
Sementara itu pada razia kali ini sempat mendapat perlawanan dari gepeng.
Seorang perempuan setengah baya yang membawa anaknya berusaha menghindari petugas.
Dia juga menangis agar petugas tidak membawanya. Sebelum akhirnya diberikan pemahaman dan bersedia diangkut petugas.
Razia ini merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir. Selain perempuan dan anaknya itu, petugas juga mengamankan dua pengamen yang juga terjaring pada saat kegiatan sebelumnya.
Selain itu, seorang perempuan yang menawarkan buku berisikan doa-doa juga ditangkap petugas.
“Modus seperti itu sudah sering dilaporkan masyarakat, namun baru kali ini berhasil ditangkap,” ucap Bima.
Terkait belum jeranya gepeng di Sampit itu, Bima beralasan pihaknya belum memiliki rumah singgah untuk memberikan pembinaan.
“Harusnya ada rumah singgah, biar mereka bisa dibina dan diberikan keterampilan,” kata Bima.(B-11)


