BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perhelatan pemilu serentak tahun 2024 memang masih lama digelar. Meski begitu, sejumlah pihak mulai mewanti-wanti agar gelaran pesta demokrasi 5 tahunan itu bisa berlangsung kondusif, damai, dan tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Seruan itu salah satunya disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamandau KH Hamim. Ia menginginkan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang bisa berlangsung aman meski terjadi beda pilihan.
“Intinya kita bikin Pemilu 2024 nanti sekondusif mungkin, jangan sampai bawa isu SARA yang malah memantik perpecahan,” imbau Hamim di Nanga Bulik, Jumat, 18 Agustus 2023.
Hamim juga mengajak seluruh warga Nahdliyin di Kabupaten berjuluk Bumi bahaum Bakuba ini untuk terus menjaga kondusifitas. Ia tidak ingin terjadi perpecahan di tengah masyarakat hanya gara-gara perbedaan pilihan.
“Mari sama-sama jaga daerah ini, biar nanti yang kita hasilkan calon pemimpinnya itu yang benar-benar membawa kemaslahatan,” tuturnya.
--page
Ia mengungkap, setiap warga negara harus bisa menerima hasil setelah Pemilu serentak tahun 2024 digelar. Siapapun pemimpin yang akan terpilih nanti di tingkat Pilpres, legislatif maupun Pilkada serentak, publik harus bisa menghormatinya sebagai bentuk kelegawaan.
“Iya, harus bisa menghormati hasilnya meskipun ada perbedaan pilihan. Yang paling penting, daerah kita aman dan kondusif. Karena perpecahan itu tidak ada manfaatnya,” ungkapnya.
Hamim juga menyoroti potensi munculnya berita-berita bohong atau hoaks saat Pemilu serentak tahun 2024 digelar. Ia berharap publik harus bisa cermat memilah informasi apapun yang didapatkannya supaya tidak terjerumus nantinya.
“Apalagi untuk generasi milenial, harus bijak menyaring dan memilah informasi apapun. Kalau sekarang kan masih belum bermunculan, dan mudah-mudahan sampai nanti Pemilu tidak ada itu berita hoax yang menyesatkan,” harapnya. (HENDI NURFALAH/H)









