MASYARAKAT Kabupaten Seruyan diimbau untuk tidak mengonsumsi air Sungai Seruyan karena kualitas air yang sudah tidak layak dikonsumsi.


“Dari uji sampel air Sungai Seruyan menunjukkan adanya pencemaran, sehingga warga sebaiknya jangan lagi mengkonsumsi air Sungai Seruyan,” kata Kepala BLH Seruyan, Bahrun Abbas, Jumat (8/4).


Dia menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, air Sungai Seruyan positif mengandung feses atau tinja manusia serta bakteri berbahaya lainnya.


“Jadi kalau dikonsumsi bisa berbahaya bagi kesehatan manusia, karena itu kita sarankan kepada warga untuk membuat sumur air untuk kebutuhan sehari-hari, tapi kalau warga tetap ingin menggunakan air bukan untuk konsumsi seperti mencuci pakaian masih tidak masalah,” katanya.


Ia mengatakan, meskipun masih dalam kategori tercemar ringan, namun air Sungai Seruyan saat ini hanya dapat dikonsumsi melalui instalasi atau teknologi pengolahan air yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.


“PDAM punya teknologi untuk meminimalisir kandungan zat berbahaya dalam air sungai, jadi tidak masalah,” katanya.


Ia menambahkan, rencananya BLH akan kembali menguji baku mutu air Sungai Seruyan pada saat air sedang pasang, karena sebelumnya pengambilan sampel dilakukan pada musim kemarau.


“Untuk kembali memastikan tingkat pencemaran maka rencananya kita akan kembali melakukan uji sampel pada saat air dalam,” katanya.(ANT/B-11)