MENGANTISIPASI terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sukamara di 2016 Pemkab setempat mengadakan apel siaga di lapangan Sukma Krida PT. Sungai Rangit dengan menampilkan simulasi pemadaman kebakaran oleh regu Damkar PT Sungai Rangit.
Menurut Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Wisnu Kurniawan, kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang rutin
terjadi di Indonesia setiap musim kemarau. Timbulnya asap di berbagai wilayah di Indonesia seluruhnya disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan.
Sehingga, bencana yang di akibatkan oleh praktik pembakaran hutan ataupun kebakaran lahan ini menimbulkan polusi udara yang mengganggu berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat, baik nasional maupun regional, serta menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
“Lahan gambut di satu sisi merupakan anugerah bagi Kabupaten Sukamara, oleh karena itu keberadaannya perlu kita jaga, hindarkan kerusakan yang lebih parah dari bencana kebakaran hutan dan lahan” ajak Wisnu, Jumat (8/4/2016).
Menurut Wisnu, permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sukamara hamper setiap tahunnya adalah terjadi kebakaran hutan yang berakibat terjadinya perubahan kualitas udara yang mempunyai pengarus signifikan terhadap kesehatan masyarakat. “Kebakaran hutan menimbulkan dampak luas di samping kerugian materi juga kerusakan ekosistem.”
Oleh karena itu, dalam rangka pecemaran, pengendalian dan penanggulanagan kebakaran hutan perlu dibentuk tim koordinasi terpadu lintas instansi.
Wakil Bupati Sukamara Windu Subagio mengharapkan dari apel siaga itu bencana kebakaran yang terjadi di 2015 tidak terulang kembali pada 2016 ini.
(MG-13/B-5)








