BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Palangka Raya, saat ini setiap harinya terus menerus berupaya memadamkan Karhutla di Kota Cantik.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyampaikan, adapun kendala utama pihaknya dalam memadamkan api di lahan maupun hutan. Akhir - akhir ini adalah sumber air yang terbatas.
"Seminggu terakhir saya dengar kendala dari teman - teman di lapangan adalah sumber air di lokasi kebakaran hutan dan lahan yang terbatas, akibat parit yang kering," Katanya, Minggu, 20 Agustus 2023.
Selain itu sudah satu minggu terakhir Kota Palangka Raya tidak di guyur hujan. Yang membuat kondisi baik itu hutan maupun lahan sangat kering, yang membuat potensi terjadinya Karhutla.
Dalam satu minggu terakhir, perharinya Satgas Karhutla bisa menangani mulai lima hingga 10 titik kejadian Karhutla, mulai pagi hari hingga malam hari tak kenal lelah dan selalu respon cepat.
"Saya sudah bermohon kepada Pemerintah Provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dilakukan water boombing di Kota Palangka Raya, namun saat ini water boombing masih digunakan di Kabupaten Kotim dan Seruyan," pungkasnya. (PATHUR/R)









