BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kampung Dongeng Belida Seruyan kembali mempersembahkan Pekan Ceria. Kali ini Kampung Dongeng Belida Seruyan kolaborasi bersama Perpustakaan Desa Tanjung Rangas. Kak Uchin menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak anak-anak yang berada di bantaran sungai Seruyan.
Pekan Ceria dilaksanakan pada Sabtu, 12 Agustus 2023 di Balai Desa Tanjung Rangas. Dalam pelaksanaannya, Kak Uchin dibantu oleh Perangkat Desa, Perpustakaan Desa, dan guru-guru untuk memfasilitasi tempat, alat dan bahan.
Pada pukul 08.00 WIB Kak Uchin berangkat dari Kota Kuala Pembuang menyusuri sungai Seruyan dengan menumpangi Longboat, alat transportasi sungai yang biasa digunakan masyarakat Seruyan untuk bepergian ke daerah hulu sungai Seruyan.
Pukul 09.30 WIB Kak Uchin tiba di Desa Tanjung Rangas. Ada yang berbeda di Pekan Ceria kali ini. Biasanya di Pekan Ceria, Kak Uchin dan para relawan yang menyambut kedatangan para pengunjung, di Desa Tanjung Rangas ini justru Kak Uchin yang disambut oleh anak-anak, guru dan orangtua.
Dalam Pekan Ceria kali ini Kak Uchin mengajak anak-anak memainkan permainan tradisional, yaitu do mi kado dan ling kaliling. Kemudian anak-anak yang tertangkap akan diarahkan memilih buku yang telah disediakan Perpustakaan Desa Tanjung Rangas untuk dibaca.
Anak-anak antusias membaca buku, karena buku adalah salah satu media hiburan untuk mereka yang minim dari jangkauan jaringan internet. Setelah membaca buku, Kak Uchin menyajikan nilai-nilai karakter melalui dongeng, tak lupa juga menghadirkan Koko, boneka kesayangan Kak Uchin.
Setelah itu, Kak Uchin mengajak anak-anak senam bersama dan bermain games. Di sesi eksperimen sains, Kak Uchin menjelaskan kandungan gizi baik telur untuk tubuh serta mengajak anak-anak mengamati percobaaan tentang massa jenis, yaitu "Telur Tenggelam dan Mengapung".
Di sesi kreativitas, anak-anak diajak membuat Lawung sekaligus memperkenalkan bahwa Lawung adalah ikat kepala yang dipakai dalam pakaian adat suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. Lawung ini pada umumnya dibuat dari kulit kayu namun kali ini Kak Uchin memanfaatkan bahan yang mudah didapat di Desa Tanjung Rangas, yaitu daun mangga.
--page
Di akhir kegiatan, anak-anak diajak menggunakan Lawung hasil kreasi untuk foto bersama dengan berpose lima jari di hidung yang artinya "salam ceria".
Kegiatan yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Anak-anak juga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang katanya baru kali ini ada di Desa Tanjung Rangas.
Dengan kolaborasi bersama Perpustakaan Desa, Kak Uchin berharap dapat berbagi keceriaan dengan lebih banyak anak-anak di desa-desa sepanjang sungai Seruyan.
Penulis: Nopiar Rahman









