BORNEONEWS, Pulang Pisau - Warga bernama Siti Y Mantir menyingkirkan sampah yang ada di lahannya hingga memenuhi jalan badan Tingang Menteng Kelurahan Pulang Pisau, Sabtu (9/4). Ia gusar dengan sampah yang bertumpuk di lahannya,
Bagi Siti, ini langkah terakhir setelah memberikan peringatan melalui papan tulisan di lokasi lahannya yang dijadikan tumpukan sampah masyarakat.
“Sebagai pemilik tanah tentu saja saya tidak menerima lahan saya dijadikan tempat pembuangan sampah, Tanya saja kepada warga lainnya siapa yang mau lahannya dijadikan tempat pembuangan sampah,” ujar Siti.
Dia mengatakan, meski sudah diberikan papan bertuliskan “Dilarang membuang sampah disini!!!!” , warga yang membuang sampah di tempat tersebut tampak tidak menggubris.
“Sebagian sampah yang kering dengan inisiatif sendiri sudah saya bakar, dan sisanya saya singkirkan ke jalan, biar cepat diangkat oleh petugas dari pemerintah. Dan pemerintah juga supaya dapat melihat kondisi sampah yang dibuang bukan pada tempatnya ini,” terang Siti.
Siti mengaku sangat terganggu dengan pemandangan sampah di lahannya tersebut. Bahkan para pengguna jalan Tingang Menteng terganggu dengan kodisi tumpukan sampah yang dibuang di tanahnya dan harus menutup hidung saat melewati sampah tersebut.
“Barusan tadi ada yang lewat, lalu saya tanya, kenapa tutup hidung,…kata mereka karena bau. Apa lagi saya yang melihat tanah sendiri yang berbau karena sampah-sampah
ini,” ujarnya.
Harapannya permerintah juga memperhatikan masalah tersebut. “Ini seperti dibiarkan saja, dimana dinas tata kotanya,” katanya.
Dia berharap pemerintah untuk dapat melakukan upaya untuk menangani masalah yang seperti ini, supaya masyarakat tidak membuang sampah dengan sebarangan, apa lagi di halaman yang ada pemiliknya.
Siti juga mengatakan tidak akan bersedia jika lahannya tersebut dibangun tempat pembuangan sampah oleh pemerintah daerah.
“Kalau bisa cari tempat lain saja,” harapnya.
Beberapa warga lainnya juga mengatakan jika pembuatan tempat pembuangan sampah di lokasi tersebut sangat kurang tepat karena berada di lokasi pemukiman dan taman kota yang seharusnya bersih dari sampah.
“Kurang enak di lihat, karena taman kota juga ada di lokasi itu,” ujar Epie. (JAMES DONNY/m)


