BORNEONEWS, Palangka Raya - Ibu rumah tangga (IRT) di Komplek Bapuyu Regency, Kota Palangka Raya, secara kolektif mengumpulkan uang untuk membangun jalan. Jalan Bapuyu yang nenjadi akses selama ini kondisinya amat tak nyaman untuk dilalui.
Sejumlah 14 ibu rumah tangga masing-masing mengumpulkan Rp100.000 per rumah untuk membeli tanah uruk dengan harga Rp175.000 per ret dan Rp25.000 untuk upah buruh meratakan tanah. Material itu dipakai untuk membuat jalan sepanjang sekitar 100 meter, dari komplek mereka ke Jalan Piranha yang kondisinya masih nyaman dilalui.
Netti, 32, mengatakan, Jalan Bapuyu kondisinya rusak dan apabila hujan deras maka badan jalan akan terendam. "Dari 2012 tinggal dis ini, jalan itu tak pernah diperbaiki, kecuali warga secara urun-urunan saja," papar dia, Minggu (10/4/2016).
Daripada berharap pada Pemerintah Kota Palangka Raya yang tak jelas perhatiannya, kata Netty, warga pun sepakat mengerjakan sendiri. Adapun uang itu hasil menyisihkan uang dapur.
Lucyana, 23, mengungkapkan, seluruh IRT yang ada total sudah mengumpulkan Rp200.000 per rumah. Namun material yang dibeli masih belum cukup untuk menjadi jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua atau empat. "Nunggu bulan depan lagi, disisihkan dan dikumpulkan," katanya.
Berdasarkan pantauan, sejumlah jalan menuju perumahan di Palangka Raya kondisinya kurang nyaman untuk dilalui. Bahkan jalan utama aset Pemko Palangka Raya, seperti Jalan Rajawali sepanjang sekitar enam kilometer, juga rusak di beberapa bagian.
Kondisi jalan yang tak bagus ini tak pelak membuat wajah kota menjadi tak sedap dipandang mata. Di sisi lain, pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Riban Satia mengedepankan sektor pariwisata dan jasa. (RONI SAHALA/m)


