BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah pengendara bermotor mengeluhkan adanya lubang sedalam 10 cm menganga bekas galian di Kalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, dekat pertigaan arah ke Kotawaringin Lama.
Lubang galian yang memotong lebar jalan itu sebelumnya sudah ditambal menggunakan aspal. Namun penambalan bekas galian itu tidak rapi dan kurang menutup keseluruhan permukaan jalan. Akibatnya, semua pengendara bermotor merasa tidak nyaman jika melintas di jalan tersebut.
Majelis, 42, meminta pemerintah segera memperbaiki lubang bekas galian tersebut dengan benar. Saat ia membonceng anak dan istrinya menggunakan sepeda motor, hampir terjatuh saat ban depannya masuk ke lubang bekas galian itu.
"Ini mengganggu, sebelum adanya galian, jalan ini enak dilalui," katanya di sebuah warung kelontongan persis di depan jalan yang berlubang bekas galian, Minggu (10/4/2016).
Mujio, warga Pangkalan Lima, bahkan merasa dirugikan. Sebab waktu ia melintas menggunakan sepeda motor, barang yang ia bawa berupa satu lusin piring pecah jatuh ke jalan.
"Itu memang lubangnya mengganggu sekali, dua hari lalu pulang dari pasar beli piring, jatuh tepat di jalan ini. Motor saya menghantam lubang itu, piring yang dikaitkan ke motor lepas dan jatuh ke jalan. Pecah semua," aku dia.
Pantauan Borneonews yang melintas di jalan bekas galian itu memang tak nyaman. Dari arah Kota Pangkalan Bun melewati Jalan Ahmad Yani, baik menju Kolam atau ingin keluar dari Pangkalan Bun, harus berhati-hati melewati bekas galian tersebut. Sebab lubang yang melintang selebar jalan itu cukup dalam. Semua kendaraan yang terlihat nampak memperlambat laju kendaraannya.
Jika tak hati-hati, lubang tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara, terlebih posisi galian tersebut pas di pertigaan jalan.
Kepala Dinas PU Kobar, Agus Yuwono dan Kabid Bina Marga Dinas PU Kobar, Juni Gultom tak merespon saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon kemarin. (CECEP HERDI/m)


