BORNEONEWS, Sampit - Sudah sepekan terakhir empat narapidana (napi) Lapas Kelas II B Sampit, belum juga tertangkap.
Empat napi tersebut yakni Rasmono, Yuli Nuryadi, yang terjerat kasus pembunuhan. Dan dua kasus pemerkosaan yakni Agus Bambang, serta Anang. Mereka kabur pada Minggu (3/4/2016) dini hari, dengan menjebol teralis besi lapas, dan meloncat melalui manara pantau di depan lapas tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, mereka terus melakukan pengejaran terhadap keempat napi yang dianggap sangat berbahaya tersebut.
“Anggota Polres Kotim bersama petugas lapas terus melakukan pengejaran terhadap keempat terpidana tersebut,” ujar Hendra, Minggu (10/4/2016).
Kaburnya keempat tahanan yang salah satunya adalah pembunuh empat orang dalam satu keluarga di Kecamatan Parenggean ini sudah terendus oleh keluarga korban. Mereka juga ikut melakukan pencarian. Hal itu dilakukan karena mereka tidak ingin ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keluarga mereka lagi.
Namun kapolisian yang mendapatkan informasi itu langsung mengimbau agar warga yang mendapatkan informasi keberadaan para napi itu segera melaporkannya. Masyarakat dan keluarga korban juga harus menahan diri. jangan sampai melakukan tindakan yang tentunya dapat merugikan diri sendiri.
“Kalu melihat segera lapor kepada kami atau pihak lapas, biar kami yang mengeksekusinya,” lanjut Hendra.
Kalau ditemukan nantinya, keempat orang tersbeut akan ditindak tegas, sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, mereka juga terancam akan mendapat tambahan hukuman di jeruji besi karena sudah nekat melarikan diri saat menjalani masa hukuman di lapas. (M HAMIM/m)


