PEMANDANGAN langka bisa disaksikan warga Kuala Kurun, ibu kota Kabupaten Gunung Mas, Kalteng, saat tabuh pertama upa­cara tiwah, Sabtu (9/4/2016).


Pemandangan itu yakni La­luh­an yang dibawa melewati Sungai Kahayan dari Desa Petak Ba­handang menuju Kuala Ku­run. Laluhan berbentuk seperti rakit yang sebagian besar ter­bu­at dari bambu. Laluhan dihiasi janur, berbagi jenis um­bul-umbul, kain selendang, dan lainnya.


Di dalam Laluhan terdapat beragam barang yang akan di­­se­­rahkan untuk keluarga penyelenggara tiwah. Selain itu, men­jadi tempat berkumpul ratusan anggota keluarga.


Dari Desa Petak Bahandang, Laluhan diberangkatkan se­ki­tar pukul 05.00 WIB, ditarik dua kelotok dengan diiringi pu­luhan kelotok lainnya. Selama perjalanan menuju Kua­la Kurun alunan musik khas Suku Dayak Ngaju selalu diperde­ngar­kan. Setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, Laluhan pun ti­ba di Kuala Kurun.


Laluhan tidak langsung merapat ke lanting keluarga penye­leng­gara tiwah, tetapi harus memutar tiga kali baru ke­­mudian merapat ke pinggir Sungai Kahayan. Laluhan dan ke­luarga yang mengantar lalu disambut keluarga penyelengga­ra tiwah. Bersama dengan itu,

Laluhan beserta barang-barang yang ada di dalamnya diserahkan.  


Tokoh masyarakat Kuala Kurun dari keluarga yang me­nye­rah­kan Laluhan, Doris D Garang mengatakan, Laluh­an ter­se­but diantar untuk membalas Laluhan yang telah diberikan pi­hak keluarga penyelenggara tiwah sebelumnya. (EP/B-3)