BELUM lama ini petani sawit di Barut mengeluhkan hasil panen mereka ditolak oleh PT Antang Ganda Utama (AGU). De­ngan kondisi ini petani merasa kondisi perekonomian mereka semakin tak menentu karena buah sawit terancam terbuang sia-sia.


Menanggapi itu, Manager PT AGU, Lengguan, menyatakan, memang pihaknya untuk sementara tidak membeli sawit petani  di luar kebun perusahaan. Alasannya karena saat ini pabrik PT AGU sedang mengalami kelebihan kapasitas.


“over load ini disebabkan dari dua line yang ada, hanya satu line yang beroperasi sedang satu line tidak berope­rasi. Ini hanya sementara,” kata Lengguan, akhir pekan tadi.


Lengguan belum bisa memastikan kapan pihaknya kembali menerima membeli sawit petani. Tapi pihaknya memastikan bahwa jika pabrik mereka sudah normal beroperasi maka buah sawit petani pasti akan dibeli.


Sekarang, imbuh dia, pihaknya sedang mengketatkan mutu kualitas buah sawit yang masuk. Bahkan dalam beberapa waktu lalu petani plasma juga sempat demo, karena buah sawitnya dikembalikan.  


“Sekarang kualitas buah sawit yang kita utamakan, karena harga jual TBS hancur kalau kualitasnya sedikit saja meleset. Kita fokus mengambil kualaitas dulu.”


Sebelumnya, 56 anggota Kelompok Tani Teringsing Jaya mengeluhkan PT AGU sudah dua bulan tidak membeli sawit miliknya. (DN/B-5)