Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai ada tidaknya pembeli yang berminat untuk membeli benda yang disebut fosil sisik naga.
Padahal, ratusan warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara menemukan benda yang dianggap bernilai itu pada Sabtu (9/4/2016) lalu.
“Belum ada tanda-tanda pembeli yang berminat dengan benda ini, padahal sudah kami sebarluaskan,” kata Johansyah, seorang warga Desa Ramban yang juga salah satu pemilik benda yang diklaim fosil sisik naga itu saat ditemui Borneonews di kediamannya, Minggu (10/4/2016).
Meski begitu, lanjut dia, warga masih percaya bahwa benda berwarna coklat keemasan itu merupakan sisik naga yang bernilai jual tinggi. Warga juga masih terus mencari pembeli yang berminat dengan benda tersebut.
Sebelumnya, sejumlah warga mengaku bahwa benda temuan yang mereka sebut fosil sisik naga itu dihargai sekitar Rp50-70 ribu. Sehinga hal itu menarik minat warga lainnya untuk semakin gencar mencari benda mirip kulit kerang itu.
Benda itu ditemukan saat sebuah perusahaan yang beroperasi di desa tersebut melakukan pengerukan tanah untuk saluran air. Pada saat kerukan mencapai empat meter, mereka menemukan puluhan benda aneh. Awalnya, warga bersikap biasa saja dan tidak satu pun yang berminat mencari lebih banyak lagi.
Namun, setelah ada kabar bahwa benda itu merupakan fosil sisik naga yang punya nilai jual, akhirnya ratusan warga berbondong-bondong mendatang lokasi tersebut dengan perahu kelotok dan mulai menggali tanah untuk mencari fosil sisik naga itu.
(MH/B-8)


