BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengintruksikan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) menghentikan semua kegiatan. Hal itu dilakukan agar anggaran difokuskan untuk membayar hutang daerah.
"Kami mengevaluasi seluruh anggaran, karena kita ketahui bersama bahwa selama ini Kotawaringin Timur memiliki beban hutang yang cukup besar setelah Covid-19," kata Halikin, Kamis, 24 Agustus 2023.
Dia mengatakan, dana alokasi umum yang biasanya Rp 60 miliar setiap bulan ditransfer saat ini hanya Rp 43 miliar. Ditambah tidak mendapat dana alokasi khusus (DAK).
"Karena fiskal kita tinggi untuk mengimbangi belanja kita meningkatkan pendapatan yang sebenarnya tidak bisa terpenuhi," imbuhnya.
Sehingga penghentian kegiatan itu bertujuan untuk merelisasi anggaran agar piutang daerah dapat dibayar.
--page
Langkah tersebut ditempuh sebab dirinya tidak ingin mengusik TPP guru, insentif tenaga kesehatan, dan gaji karena tu menjadi hak pegawai. Termasuk Dana Desa ia upayakan tidak terhambat.
Kecuali beberapa kegiatan bersifat mendesak dan sudah tanda tangan kontrak akan tetap berjalan.
Dia ingin menormalkan anggaran 2024. Tidak lagi pendapatan Rp1,5 triliun,lalu belanja Rp 2 triliun. Otomatis setengah triliun belanja daerah harus gali lobang tutup lobang.
"Saya dan wabup kalau berakhir tahun 2024, siapapun pemimpin daerah nanti tidak akan menanggung beban ini. Jadi agar bisa lebih fokus membangun daerah lebih baik lagi," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/H)









